Dampak Desentralisasi Pendidikan Terhadap Mutu Sekolah: Analisis Perbandingan Indonesia dan Jepang
DOI:
https://doi.org/10.58797/pilar.0402.03Keywords:
Comparative Educational Education, Decentralization, Education Governance, School Autonomy, School QualityAbstract
Abstract
Decentralization of education is an important policy to improve school quality by transferring authority, resources, and responsibilities from the central government to local governments and educational units so that education management is more responsive to local needs. However, its implementation has had varying impacts due to differences in institutional capacity, resources, and educational culture. This study aims to comparatively analyze the impact of education decentralization on school quality in Indonesia and Japan by examining the regulatory framework, the level of school autonomy, and educational governance practices. The research method uses a literature review with a descriptive-comparative qualitative approach through policy analysis, official government documents, international agency reports, and relevant scientific articles. Data analysis was conducted using content and thematic analysis to identify patterns of relationships between decentralization configurations and school quality. The results show that educational decentralization in Indonesia is still dominated by the delegation of administrative authority and is highly dependent on fiscal capacity and regional institutional quality, so that its impact on improving learning quality and equalizing school quality has been inconsistent. In contrast, Japan implements decentralization within a strong national standard framework, supported by teacher professionalism, the capacity of local education councils, and a collaborative school culture, thereby maintaining high and relatively equitable education quality. This study concludes that the effectiveness of educational decentralization in improving school quality is largely determined by strengthening institutional capacity, a consistent quality assurance system, and a sustainable professional culture.
Abstrak
Desentralisasi pendidikan merupakan kebijakan penting untuk meningkatkan mutu sekolah melalui pengalihan kewenangan, sumber daya, dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar pengelolaan pendidikan lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Namun, implementasinya menunjukkan dampak yang beragam akibat perbedaan kapasitas kelembagaan, ketersediaan sumber daya, dan budaya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif dampak desentralisasi pendidikan terhadap mutu sekolah di Indonesia dan Jepang dengan menelaah kerangka regulasi, tingkat otonomi sekolah, serta praktik tata kelola pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif melalui analisis kebijakan, dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antara konfigurasi desentralisasi dan mutu sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh pelimpahan kewenangan administratif dan sangat bergantung pada kapasitas fiskal serta kualitas kelembagaan daerah, sehingga dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan mutu sekolah belum konsisten. Sebaliknya, Jepang menerapkan desentralisasi dalam kerangka standar nasional yang kuat, didukung oleh profesionalisme guru, kapasitas dewan pendidikan daerah, serta budaya sekolah yang kolaboratif, sehingga mampu mempertahankan mutu pendidikan yang tinggi dan relatif merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan mutu sekolah sangat ditentukan oleh penguatan kapasitas kelembagaan, sistem penjaminan mutu yang konsisten, dan budaya profesional yang berkelanjutan.
References
fandi, M., Erdayani, R., Afandi, S. A., & Rafi, M. (2022). Analisis kebijakan otonomi pendidikan di Indonesia. Journal of Government Science (GovSci): Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(2), 85–99. https://doi.org/10.54144/govsci.v3i2.32
Andrea, D. L. (2020). Hubungan kewenangan pusat dan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah di bidang pendidikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Kosmik Hukum, 20(2), 73. https://doi.org/10.30595/kosmikhukum.v20i2.7156
Aryanti, R., & Suhardan, D. (2020). Principal leadership and school committee administrators against school-based management effectiveness. In Advances in Social Science, Education and Humanities Research. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200130.159
Ashari, C. A. (2024). Educational transformation through good university governance: HR empowerment strategies in private universities. Journal of Entrepreneurship, 3(2), 86–95. https://doi.org/10.56943/joe.v3i2.597
Ayumi, M., & Nasution, I. (2025). Leadership of school principals in improving the quality of teacher learning. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 14(2), 464–478. https://doi.org/10.54437/urwatulwutsqo.v14i2.2201
Badawi, G., & Badawi, H. (2025). The evolution of teacher education and professional development in Japan: Education as a craft. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(4), 435–446. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v5i4.1409
Fardila, A., Khalifah, H., Diaz Restarie, M., Rosyidi, U., & Takdir, M. (2024). Strategi pengelolaan sumber daya keuangan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di daerah 3T: A systematic literature review. Journal on Education, 7(2), 9040–9048. https://doi.org/10.31004/joe.v7i2.7816
Fitriyah, Z., & Huda, S. (2018). Model pemetaan potensi daerah menuju kemandirian. Neo-Bis, 11(2), 154. https://doi.org/10.21107/nbs.v11i2.3451
Haba, M. R. (2020). Reformasi pendidikan dalam perspektif pemerintahan daerah. Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum, 7(1), 102. https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v7i1.13416
Hidayat, N. (2016). Otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan: Studi pada jenjang pendidikan menengah Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto. Society, 4(1), 35–50. https://doi.org/10.33019/society.v4i1.34
Iskandar, D. (2025). Evaluation of regional policy capacity in improving access and quality of education: Comparative analysis of region in Southwest Papua Province. International Journal of Administration and Education, 2(2), 79–87. https://doi.org/10.70188/82cgj609
Juharyanto, J., Arifin, I., Sultoni, S., Adha, M. A., & Qureshi, M. I. (2023). Antecedents of primary school quality: The case of remote areas schools in Indonesia. SAGE Open, 13(1), 21582440221144971. https://doi.org/10.1177/21582440221144971
Kader, A., & Hakim, H. (2025). Educational decentralization: Forms of regional government administration in the era of regional autonomy. International Journal of Innovation and Thinking, 2(6), 338–347. https://doi.org/10.71364/ijit.v2i6.58
Kalele, J. V. D., Tasik, F., & Kawung, E. (2023). Efektivitas standar pelayanan minimal pada Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Agri-Sosioekonomi, 19(2). https://doi.org/10.35791/agrsosek.v19i2.48382
Lochmiller, C. (2021). Conducting thematic analysis with qualitative data. The Qualitative Report, 26(6), 2029–2044. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2021.5008
Luthfi, A., Poespitohadi, W., Widyasthana, A., & Mawarni, D. I. (2025). Quality education in achieving the SDGs in Indonesia. Jurnal Mediasosian: Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara, 9(1), 175–190. https://doi.org/10.30737/mediasosian.v9i1.6699
May. (2023). Mengintip revolusi pendidikan di Indonesia: Tantangan dan peluang dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Phinisi Integration Review, 6(3), 500. https://doi.org/10.26858/pir.v6i3.53749
Muniroh, J., & Muhyadi, M. (2017). Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Yogyakarta. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 5(2), 161. https://doi.org/10.21831/amp.v5i2.8050
Musli, Wahab, Irfan, & Yusraini. (2021). Implementation of educational autonomy through community empowerment in an integrated Islamic school in Jambi City. Advances in Social Science, Education and Humanities Research. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210715.012
Ngongira, S. O., & Iriani, A. (2020). Evaluasi implementasi kebijakan pendelegasian wewenang dinas pendidikan provinsi ke cabang dinas pendidikan kabupaten dalam mengelola pendidikan menengah. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 4(3), 173–181. https://doi.org/10.17977/um025v4i32020p173
Nuriyawati, N., Maryanto, M., & Abdullah, G. (2025). Pengaruh transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana BOS terhadap mutu pendidikan. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 143–151. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4689
Sa’adah, M. (2019). Studi komparatif reformasi pendidikan di Singapura dan Indonesia. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 7(1), 70–79. https://doi.org/10.21831/jppfa.v7i1.25273
Saito, J. (2020). Maintaining national standards while engaging culturally relevant education: A comparative analysis of citizenship education in the United States and Japan. Educational Studies in Japan, 14, 39–51. https://doi.org/10.7571/esjkyoiku.14.39
Sánchez-Soriano, M., Arango-Ramírez, P. M., Pérez-López, E. I., & García-Montalvo, I. A. (2024). Inclusive governance: Empowering communities and promoting social justice. Frontiers in Political Science, 6. https://doi.org/10.3389/fpos.2024.1478126
Sari, N. I., Ginting, R. B., & Prayito, M. (2025). The implementation of school-based management (SBM) at Arrohmah Islamic Elementary School Ambarawa District, Semarang Regency. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, 10(1), 117–132. https://doi.org/10.29240/ajis.v10i1.12992
Sato, H., Pang, N. S. K., & Chan, P. W. K. (2021). Education governance and principals’ leadership in Japan. In P. W. K. Chan (Ed.), School governance in global contexts (pp. 122–140). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003221456-8
Shaw, D. A. (2018). Developing leadership capacity in new rural school district leaders: The Kansas Educational Leadership Institute. The Rural Educator, 37(1). https://doi.org/10.35608/ruraled.v37i1.274
Siami, A. N. (2025). Comparative study: Education policy in Indonesia versus Japan in realizing sustainable development goals 4 (quality education). The Easta Journal Law and Human Rights, 3(3), 208–214. https://doi.org/10.58812/eslhr.v3i03.636
Sudiati, S., Widayatsih, T., & Eddy, S. (2025). Learning community management in improving teachers’ pedagogic competency. Journal of Social Work and Science Education, 6(2), 540–556. https://doi.org/10.52690/jswse.v6i2.1197
Sukodoyo, N., Dewi, R. K., Sari, A. F., Rahayu, S. S., & Sukarmin, N. (2025). Desentralisasi pengelolaan pendidikan menengah di Indonesia: Dampak, tantangan, dan implikasi kebijakan. Deleted Journal, 11(1), 296–310. https://doi.org/10.37567/jie.v11i1.3793
Sulistiawati, E., Juliani, D. R., Yuspiani, Y., & Musdalifah, M. (2024). Analisis kebijakan desentralisasi sistem pendidikan nasional dan dampaknya terhadap pendidikan madrasah. Jurnal Mappesona, 7(3), 149–160. https://doi.org/10.30863/mappesona.v7i3.5670
Yamamoto, Y., Enomoto, N., & Yamaguchi, S. (2016). Policies and practices of school leaderships in Japan: A case of leadership development strategies in Akita. Educational Considerations, 43(3). https://doi.org/10.4148/0146-9282.1018
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Valda Tsabitha Priyani, Lauzer Zeral, Muktiningsih Nurjayadi, Achmad Ridwan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
E-ISSN 3025-8529
Focus & Scope
Editorial Team
Reviewer Team
Author Guidelines
Article Template
Author Fee
Publication Ethics
Plagiarism Policy
Open Access Policy
Peer Review Process
Retraction & Correction
Licensing & Copyright
Archiving & Repository
Contact