Bantuan Teknis Pembuatan Peta Garis Dusun Gunung Besi Sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan Desa
DOI:
https://doi.org/10.58797/teras.0501.05Keywords:
GNSS, pemetaan desa, penutupan lahanAbstract
Maps play a crucial role in supporting village governance and spatial-based development planning. This community service activity aimed to develop a line map of Gunung Besi Hamlet, Sukanegara Village, Tanjung Bintang Subdistrict, South Lampung Regency, using Global Navigation Satellite System (GNSS) technology. The data used consisted of primary data from GNSS-based boundary measurements and secondary data, including administrative maps and satellite imagery. The resulting map was produced at a scale of 1:2,500 and includes information on administrative boundaries, road networks, rivers, built-up areas, forests, plantations, stockpiles, water bodies, and open land. The land cover is dominated by forest (27.02 ha) and plantations (25.47 ha), reflecting the ecological and agrarian characteristics of the area. Built-up land (15.57 ha) indicates settlement and infrastructure development, while stockpiles (9.84 ha) suggest industrial activity. This map is expected to serve as a fundamental reference for village development planning, including the preparation of RPJMDes and RKPDes, and to support sustainable resource management and spatial planning at the village level.
Abstrak
Peta merupakan instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa dan perencanaan pembangunan berbasis spasial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyusun peta garis Dusun Gunung Besi, Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan dengan memanfaatkan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Data yang digunakan meliputi data primer hasil pengukuran titik batas menggunakan receiver GNSS serta data sekunder berupa peta administrasi dan citra satelit. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa peta garis Dusun Gunung Besi berhasil disusun pada skala 1:2.500 dengan informasi batas administrasi, jaringan jalan, sungai, lahan terbangun, kawasan hutan, kebun, stockpile, badan air, dan lahan terbuka. Tutupan lahan didominasi oleh kawasan hutan seluas 27,02 hektar dan kebun 25,47 hektar, yang menunjukkan karakter dusun dengan fungsi ekologis dan agraris. Sementara itu, lahan terbangun seluas 15,57 hektar mencerminkan perkembangan permukiman dan infrastruktur, sedangkan stockpile 9,84 hektar mengindikasikan aktivitas industri. Lahan terbuka hanya 1,76 hektar dan badan air 0,70 hektar. Keberadaan peta ini diharapkan menjadi dasar penyusunan RPJMDes, RKPDes, serta mendukung pengelolaan sumber daya dan tata ruang desa secara berkelanjutan.
References
Armansaputra, D., Febriyanti, D., & Amaliatulwalidain, A. (2024). Collaborative Governance Dalam Penetapan Batas Desa Pelajaran Kabupaten Lahat. TheJournalish: Social and Government, 5(4), 368-378. https://doi.org/10.55314/tsg.v5i4.834
Akbar, A., Flacke, J., Martinez, J., & van Maarseveen, M. F. A. (2021). The Role of Participatory Village Maps in Strengthening Public Participation Practice. ISPRS International Journal of Geo-Information, 10(8), 512. DOI: https://doi.org/10.3390/ijgi10080512
Brown, G., & Kyttä, M. (2014). Key issues and research priorities for public participation GIS (PPGIS): A synthesis based on empirical research. Applied Geography, 46, 122–136. DOI: 10.1016/j.apgeog.2013.11.004
Corbett, J. M., Rambaldi, G., Kyem, P., Weiner, D., Olson, R., Muchemi, J., ... & Chambers, R. (2006). Overview: Mapping for change-the emergence of a new practice. Participatory learning and action, (54), 13-19.
Goodchild, M. F. (2007). Citizens as sensors: The world of volunteered geography. GeoJournal, 69, 211–221. DOI 10.1007/s10708-007-9111-y
Fortuna, E. D., Alif, A., & Hasby, N. A. (2025). Pemetaan Administrasi Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat dan GIS: Studi Kasus Desa Salarri, Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 172-178. https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.131
McCall, M. K., & Dunn, C. E. (2012). Geo-information tools for participatory spatial planning. Applied Geography, 34, 595–603. DOI 10.1016/j.apgeog.2011.12.007
Minang, P. A., van Noordwijk, M., Duguma, L. A., Alemagi, D., Do, T. H., Bernard, F., Agung, P., Robiglio, V., & Catacutan, D. (2013). Coupling Participatory Mapping and GIS to Inform Village-Level Agricultural Zoning in the Democratic Republic of the Congo. Landscape and Urban Planning, 110, 164–174.DOI: https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2012.11.004
Naufal, N., & Samsu, A. K. A. (2025). Tantangan Teknologi dan Pemangku Kepentingan dalam Pemetaan Partisipatif: Studi Kasus PLUP+ di Labbo, Indonesia: Technological and Stakeholder Challenges in Participatory Mapping: A Case Study of PLUP+ in Labbo, Indonesia. Jurnal Eboni, 7(1), 1-9. https://doi.org/10.46918/eboni.v7i1.2651
Purwanto, N. I., Poluan, R., & Takumansang, E. D. (2017). Perencanaan wilayah pesisir berbasis mitigasi bencana di kecamatan sanana kabupaten kepulauan sula provinsi maluku utara. Spasial, 4(3), 1-8. https://doi.org/10.35793/sp.v4i3.17295
Sari, A., Armijon, A., Tridawati, A., & Sumanjaya, E. (2024). Pembuatan Peta Skala Besar Dusun Taqwasari Secara Partisipatif untuk Mendukung Rpjmdesa dan Rkpdesa di Desa Natar Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 8(1), 56-60. https://doi.org/10.23960/jss.v8i1.451
Sari, A., Kusuma, A. H., Naufal, M. Z., Ronaldi, M. F. N., & Dewi, A. R. (2024). Pembuatan Peta Desa Suak Secara Partisipatif Dengan Menggunakan Aplikasi Petakita. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 8(3), 193-198. https://doi.org/10.23960/jss.v8i3.524
Tridawati, A. (2023). Proses Penetapan dan Penegasan Batas Dusun 1 Induk, Desa Natar, Lampung Selatan Melalui Bimbingan Teknis Berbasis Parsipatory Mapping. Proses Penetapan dan Penegasan Batas Dusun 1 Induk, Desa Natar, Lampung Selatan Melalui Bimbingan Teknis Berbasis Parsipatory Mapping, 3(2). http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/53161
Wibowo, R. C., & Sarkowi, M. (2022). Studi Pemetaan Partisipatif Melalui Pemberdayaan Masyarakat Lokal Dalam Pembuatan Peta Geowisata Berbasis Konservasi Sumber Mata Air Guna Mewujudkan Desa Sukaraja Sebagai Destinasi Wisata Utama di Kabupaten Tanggamus. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 6(1), 22-26. https://doi.org/10.23960/jss.v6i1.327
Wing, M. G., Eklund, A., & Kellogg, L. D. (2005). Consumer-grade global positioning system (GPS) accuracy and reliability. Journal of Forestry, 103(4), 169–173. DOI 10.1093/jof/103.4.169
E-ISSN 3025-8529
Focus & Scope
Editorial Team
Reviewer Team
Author Guidelines
Article Template
Author Fee
Publication Ethics
Plagiarism Policy
Open Access Policy
Peer Review Process
Retraction & Correction
Licensing & Copyright
Archiving & Repository
Contact