Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Pendekatan Deep Learning bagi Guru MTs NU Kabupaten Kendal

Authors

  • Destia Wahyu Hidayati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet, Semarang, Jawa Tengah 50233, Indonesia
  • Lenny Kurniati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet, Semarang, Jawa Tengah 50233, Indonesia
  • Ratih Kusumawati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet, Semarang, Jawa Tengah 50233, Indonesia
  • Arie Wahyuni Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet, Semarang, Jawa Tengah 50233, Indonesia
  • Aurellia Shifa Ayu Praditha Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ivet, Semarang, Jawa Tengah 50233, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58797/teras.0501.03

Keywords:

deep learning, guru MTs, matematika, modul pembelajaran, pelatihan

Abstract

This community service activity is motivated by the demands of the Merdeka Curriculum, which emphasizes the importance of meaningful learning to provide a deep learning experience. However, actual conditions in the field indicate that most teachers still use conventional learning tools that focus more on delivering materials rather than developing critical, creative, and communicative thinking skills. Therefore, this community service aims to improve the capacity and professionalism of teachers in designing and developing mathematics learning modules based on the deep learning approach. The main partners in this activity are mathematics teachers who are members of the Mathematics Subject Teacher Forum (MGMP) of MTs NU across Kendal Regency. The implementation method is designed in two main stages: a one-day offline face-to-face training containing concept presentations and collaborative practices, followed by online asynchronous mentoring for four weeks. The results show that the participants not only successfully understood the concepts theoretically, but were also able to produce concrete outputs in the form of drafts of deep learning-based mathematics learning modules ready to be applied in the classroom. The follow-up mentoring method proved to provide space for teachers to perfect their work without interfering with their main teaching obligations. Overall, the results of this community service are highly significant because they do not merely produce teaching materials, but fundamentally encourage a shift towards more innovative teaching practices to improve the quality of mathematics learning in madrasahs.

 

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pembelajaran bermakna untuk memberikan pengalaman belajar yang mendalam (deep learning). Namun, permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih menggunakan perangkat pembelajaran konvensional yang lebih menekankan penyampaian materi ketimbang pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru dalam merancang serta menyusun modul pembelajaran matematika berbasis pendekatan deep learning. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah guru-guru yang tergabung dalam MGMP Matematika MTs NU se-Kabupaten Kendal. Metode pelaksanaan pengabdian dirancang dalam dua tahapan utama, yakni pelatihan tatap muka (luring) selama satu hari yang berisi paparan konsep dan praktik kolaboratif, yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan asinkron secara daring selama empat minggu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta tidak hanya berhasil memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menghasilkan luaran konkret berupa draf modul pembelajaran matematika berbasis deep learning yang siap diterapkan di kelas. Metode pendampingan lanjutan terbukti memberi ruang bagi guru untuk menyempurnakan karyanya tanpa mengganggu kewajiban mengajar. Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini sangat penting karena tidak sebatas menghasilkan produk bahan ajar, tetapi juga secara fundamental mampu mendorong perubahan praktik mengajar yang lebih inovatif demi peningkatan kualitas pembelajaran matematika di madrasah.

References

Ariana, D., Situmorang, R. P., & Krave, A. S. (2020). Pengembangan modul berbasis discovery learning pada materi jaringan tumbuhan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa kelas xi ipa sma. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 11(1), 34-46. https://doi.org/10.26418/jpmipa.v11i1.31381

Biggs, J. (1996). Enhancing teaching through constructive alignment. Higher Education, 32(3), 347-364. https://doi.org/10.1007/BF00138871

Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective teacher professional development. Palo Alto, CA: Learning Policy Institute.

Desimone, L. M. (2009). Improving impact studies of teachers' professional development: Toward better conceptualizations and measures. Educational Researcher, 38(3), 181-199. https://doi.org/10.3102/0013189X08331140

Dolmans, D. H. J. M., Loyens, S. M. M., Marcq, H., & Gijbels, D. (2016). Deep and surface learning in problem-based learning: A review of the literature. Advances in Health Sciences Education, 21(5), 1087-1112. https://doi.org/10.1007/s10459-015-9645-6

Elyana, L., & Agustiningrum, M. D. B. (2025). Manajemen Implementasi: Metode Pembelajaran Mendalam (Deep learning) pada Pendidikan Anak Usia Dini.

Garet, M. S., Porter, A. C., Desimone, L., Birman, B. F., & Yoon, K. S. (2001). What makes professional development effective? Results from a national sample of teachers. American Educational Research Journal, 38(4), 915-945. https://doi.org/10.3102/00028312038004915

Guskey, T. R. (2002). Professional development and teacher change. Teachers and Teaching: Theory and Practice, 8(3-4), 381-391. https://doi.org/10.1080/135406002100000512

Hattie, J., & Timperley, H. (2007). The power of feedback. Review of Educational Research, 77(1), 81-112. https://doi.org/10.3102/003465430298487

Kurniati, L., & Kusumawati, R. (2023). Analisis kesiapan guru SMP di Demak dalam penerapan kurikulum merdeka. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(6), 2683-2692. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i6.5031

Lasmiyati, L., & Harta, I. (2014). Pengembangan modul pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan minat SMP. Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 161-174. https://doi.org/10.21831/pg.v9i2.9077

Marton, F., & Säljö, R. (1976). On qualitative differences in learning: I-Outcome and process. British Journal of Educational Psychology, 46(1), 4-11. https://doi.org/10.1111/j.2044-8279.1976.tb02980.x

Mu'ti, A. (2025). Pembelajaran mendalam menuju pendidikan bermutu. Naskah Akademik.

Opfer, V. D., & Pedder, D. (2011). Conceptualizing teacher professional learning. Review of Educational Research, 81(3), 376-407. https://doi.org/10.3102/0034654311413609

Puspita, S. C., Wardani, S., & Permatasari, A. N. (2025). Pendekatan Deep Learning Pada Pembelajaran IPA Di Sekolah Dasar Negeri 58 Mojo Sragen. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 318-329. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.32036

Remillard, J. T. (2005). Examining key concepts in research on teachers' use of mathematics curricula. Review of Educational Research, 75(2), 211-246. https://doi.org/10.3102/00346543075002211

Retnawati, H., Djidu, H., Kartianom, Apino, E., & Anazifa, R. D. (2018). Teachers' knowledge about higher-order thinking skills and its learning strategy. Problems of Education in the 21st Century, 76(2), 215-230.

Rizki, S. K., Oka, A. A., & Asih, T. (2020). Pengembangan modul pembelajaran biologi berbasis problem based learning terintegrasi nilai-nilai karakter pada materi sistem pencernaan manusia kelas XI SMA Negeri 5 Metro. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 11(1), 33-42. http://dx.doi.org/10.24127/bioedukasi.v11i1.2819

Sari, N., & Khaidir, C. (2023). Needs analysis and design of FlipBook-based e-module development with RME model to improve students' concept understanding ability. JDIME: Journal of Development and Innovation in Mathematics Education, 1(2). https://doi.org/10.32939/jdime.v1i2.2979

Savira, L. (2023). Peran guru pada transformasi pendidikan dalam menyongsong generasi emas 2045. Al-Madaris Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 4(2), 28-36. https://doi.org/10.47887/amd.v4i2.132

Suarsana, I. M., & Mahayukti, G. A. (2013). Pengembangan e-modul berorientasi pemecahan masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI), 2(3), 193-200. https://doi.org/10.23887/janapati.v2i3.9800

Syafi'i, A., et al. (2025). Pendekatan Pembelajaran Berbasis Deep Learning: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning. Al-Mumtaz: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 45-57. https://doi.org/10.17509/sosioreligi.v23i2

Syam, A. S. M. (2020). Analisis kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan kemampuan matematika siswa. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan, 19(1), 939-946. https://doi.org/10.30863/ekspose.v19i1.883

Wardani, N., & Siregar, T. J. (2023). The development of HOTS (Higher-Order Thinking Skills) assessment instrument based on numeration literacy in mathematics for junior high school. Indonesian Journal of Science and Mathematics Education, 6(2), 238-252. https://doi.org/10.24042/ijsme.v6i2.17433.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Destia Wahyu Hidayati, Lenny Kurniati, Ratih Kusumawati, Arie Wahyuni, & Aurellia Shifa Ayu Praditha. (2026). Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Pendekatan Deep Learning bagi Guru MTs NU Kabupaten Kendal. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, 5(1), 23–32. https://doi.org/10.58797/teras.0501.03

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.