Pola Kemitraan Pengembangan Wisata Perkebunan Kopi di Desa Ketapanrame Mojokerto

Authors

  • Dia Ayu Nur Alifah Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jl. Raya RungkutMadya, Gunung Anyar, Surabaya 60294, Indonesia
  • Indah Rachma Nur Halimah Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jl. Raya RungkutMadya, Gunung Anyar, Surabaya 60294, Indonesia
  • Amanda Qolbi Shafira Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jl. Raya RungkutMadya, Gunung Anyar, Surabaya 60294, Indonesia
  • Deasy Rizki Masruroh Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jl. Raya RungkutMadya, Gunung Anyar, Surabaya 60294, Indonesia
  • Chantika Maria Margareta Putri Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jl. Raya RungkutMadya, Gunung Anyar, Surabaya 60294, Indonesia
  • Agil Putri Fatmasari Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jl. Raya RungkutMadya, Gunung Anyar, Surabaya 60294, Indonesia
  • Dana Rejasa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jl. Raya RungkutMadya, Gunung Anyar, Surabaya 60294, Indonesia
  • Muchtarrom Visandy Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jl. Raya RungkutMadya, Gunung Anyar, Surabaya 60294, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58797/teras.0402.05

Keywords:

coffee plantation, partnership patterns, tourism development, village, desa, pengembangan wisata, perkebunan kopi, pola kemitraan

Abstract

Abstract

This study aims to describe, identify, and analyze partnership patterns in the development of coffee plantation tourism in Ketapanrame Village, Trawas District, Mojokerto Regency. The study focuses on partnership patterns involving the village government, farmer groups, village-owned enterprises (BUMDes), academics, and private sector entities, based on three forms of partnership, namely pseudo-partnership, mutualistic partnership, and conjugation partnership. This study employs a qualitative descriptive method with data collection techniques including field observation, interviews, and documentation. Research informants were selected through purposive sampling, including the Village Head of Ketapanrame, the Head of the Tourism Management Unit, and representatives of the coffee farmer group. This study finds that the development of coffee plantation tourism in Ketapanrame Village has progressed well through multi-stakeholder collaboration. The village government plays a key role in providing capital, institutional legalization, land utilization, and facilitating partnerships with external actors. Mutualistic and conjugation partnership models positively contribute to farmers' capacity building, institutional strengthening, and the promotion of coffee educational tourism, while pseudo-partnerships should be minimized through open communication and clear agreements. The study highlights the importance of targeted strategies to ensure partnership sustainability and optimize coffee tourism as a driver of the local economy.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, mengetahui, dan menganalisis pola kemitraan dalam pengembangan wisata perkebunan kopi di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Fokus penelitian ini adalah pola kemitraan yang melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, BUMDes, akademisi, serta pihak swasta dengan mengacu pada tiga bentuk kemitraan, yaitu kemitraan semu, kemitraan mutualistik, dan kemitraan konjugasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling yang meliputi Kepala Desa Ketapanrame, Ketua Unit Pengelolaan Wisata, dan perwakilan kelompok tani kopi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan wisata perkebunan kopi di Desa Ketapanrame berjalan baik melalui kolaborasi multipihak. Pemerintah desa berperan dalam penyediaan modal, legalisasi kelembagaan, pemanfaatan lahan, serta fasilitasi kerja sama dengan mitra eksternal. Pola kemitraan mutualistik dan konjugasi berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, dan pengembangan wisata edukasi kopi, sementara potensi kemitraan semu perlu diminimalkan melalui komunikasi terbuka dan perjanjian yang jelas. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi terarah untuk menjaga keberlanjutan kemitraan dan mengoptimalkan wisata kopi sebagai penggerak ekonomi lokal.

References

Antlöv, H., Wetterberg, A., & Dharmawan, L. (2016). Village governance, community life, and the 2014 village law in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 52(2), 161–183. https://doi.org/10.1080/00074918.2015.1129047

Arifin, B., Wicaksono, E. B., Tenrini, R. H., Wardhana, I. W., Setiawan, H., Damayanty, S. A., Solikin, A., Suhendra, M., Saputra, A. H., Ariutama, I. G. A., Djunedi, P., Rahman, A. B., & Handoko, R. T. (2020). Village fund, village-owned-enterprises, and employment: Evidence from Indonesia. Journal of Rural Studies, 79, 382–394. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2020.08.052

Azhari, A. (2019). Model pemberdayaan BUMDes dan solusi pembangunan ekonomi desa: Suatu kajian literatur. J-ISCAN: Journal of Islamic Accounting Research, 1(2), 83–96. https://doi.org/10.52490/j-iscan.v1i2.702

Buckley, R., Shekari, F., Mohammadi, Z., Azizi, F., & Ziaee, M. (2020). World heritage tourism triggers urban–rural reverse migration and social change. Journal of Travel Research, 59(3), 559–572. https://doi.org/10.1177/0047287519853048

Djamhuri, T. L. (2012). The effect of incentive structure to community participation in a social forestry program on state forest land in Blora District, Indonesia. Forest Policy and Economics, 25, 10–18. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2012.02.004

Fauzi, M. I., Cahya, C., & Saleh, S. (2020). Tradisi budidaya kopi organik Gunung Puntang sebagai bentuk pengembangan pariwisata budaya berbasis kearifan lokal di Desa Campakamulya Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung. Jurnal Budaya Etnika, 4(2), 126–141. https://doi.org/10.26742/be.v4i2.1567

Gao, J., & Wu, B. (2017). Revitalizing traditional villages through rural tourism: A case study of Yuanjia Village, Shaanxi Province, China. Tourism Management, 63, 223–233. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2017.04.003

Himawan, M. P., Listyorini, H., Trenggono, Putra, D. T., & Putri, J. A. (2023). Model pengembangan agrowisata berbasis kopi sebagai daya tarik wisata Desa Wisata Colo Kudus. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 19(2), 104–120. https://doi.org/10.56910/gemawisata.v19i2.316

Iksal, Sanhaji, G., Fatman, Y., Mulyana, J., Hartono, T. C., & Fadzlan, M. (2024). Penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penerapan teknologi informasi di pedesaan. Abditek Nusantara, 6(1), 20–26. https://ojs.uninus.ac.id/index.php/Abditek/article/view/3095

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Pedoman desa wisata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Kumala, G. B. W. N., Raharjo, A. N., Musleh, M., & Lubis, L. (2024). Model kolaborasi stakeholders dalam pengembangan Desa Wisata Ketapanrame berbasis pentahelix. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 137–157. https://doi.org/10.26618/kjap.v10i2.15366

Larasati, N. L. M. B., & Susrusa, K. B. (2020). Pola kemitraan antara Taman Ayu Agrowisata dengan petani kopi luwak. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 9(2), 155–163. https://ojs.unud.ac.id/index.php/jaa/article/view/62454

Melinda, F., Putra, A. P., & Wijaya, J. C. A. (2024). Analisis rantai pasok kopi pada Kelompok Tani Kopi Rejo di Desa Wisata Gombengsari Banyuwangi. Journal of Tourism and Economic, 7(1), 39–50. https://doi.org/10.36594/jtec/jr959t60

Mojo, D., Fischer, C., & Degefa, T. (2017). The determinants and economic impacts of membership in coffee farmer cooperatives: Recent evidence from rural Ethiopia. Journal of Rural Studies, 50, 84–94. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2016.12.010

Mualim. (2023). Desa Ketapanrame kembangkan wisata edukasi kopi di lereng Gunung Welirang. Kolom Desa. https://kolomdesa.com/desa-ketapanrame-kembangkan-wisata-edukasi-kopi-di-lereng-gunung-welirang-29184/

Muhaimin, H. (2019). Tata kelola pariwisata dalam pengembangan potensi Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Journal of Governance Innovation, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.36636/jogiv.v1i1.296

Pemerintah Desa Ketapanrame. (2020). Profil Desa Ketapanrame. https://ketapanrame.desa.id/

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 115 Tahun 2021 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022. (2021). https://peraturan.bpk.go.id/Download/189708/Perpres%20Nomor%20115%20Tahun%202021.pdf

Putri, J. C., & Riyadh, A. (2024). Strategi badan usaha milik desa (BUMDes) dalam pengembangan desa wisata di Wisata Taman Ghanjaran Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas [Preprint]. Umsida Preprints Server. https://doi.org/10.21070/ups.6632

Rachman, A., Yochanan, E., Samanlangi, A. I., & Purnomo, H. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. CV Saba Jaya Publisher.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Sutopo, Ed.; Edisi ke-2). Alfabeta.

Sulistiyani, A. T. (2017). Kemitraan dan model-model pemberdayaan (Edisi ke-2). Gava Media.

Tanjung, F., Evaliza, D., Azhari, R., & Sasrido, M. (2023). Kelayakan finansial usaha perkebunan kopi arabika rakyat melalui pola kemitraan di Kabupaten Solok Sumatera Barat. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(4), 1421–1439. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2023.007.04.20

Wibowo, A., Barusman, T. M., & Warganegara, T. L. P. (2023). The role of local community participation in the developing cultural tourism sustainability. Journal of Management, Business and Social Sciences, 1(1), 1–15. https://journal.ubl.ac.id/index.php/mabuss/article/view/14

Yulianto, Y., Safari, T., & Nurcahyo, R. J. (2023). Potensi agrowisata kopi sebagai daya tarik wisata ekonomi kreatif Desa Kalibogor Kendal. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 14(2), 151–160. https://doi.org/10.31294/khi.v14i2.17093

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Alifah, D. A. N., Halimah, I. R. N., Shafira, A. Q., Masruroh, D. R., Chantika Maria Margareta Putri, Fatmasari, A. P., … Visandy, M. (2025). Pola Kemitraan Pengembangan Wisata Perkebunan Kopi di Desa Ketapanrame Mojokerto. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 109–120. https://doi.org/10.58797/teras.0402.05

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.