Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Interaktif Berbasis HOTS dengan QuizWhizzer di MTs Al-Ajhariyyah Cibitung Bekasi

Authors

  • Rifda Haniefa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka Raya No.11, Jakarta 13220, Indonesia
  • Siti Masyitoh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka Raya No.11, Jakarta 13220, Indonesia
  • Mohamad Samsudin Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman, Kampus STAI Nurul Iman, Jl. Nurul Iman No.01, Desa Waru Jaya, RT.01/RW.01, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor 16330, Indonesia
  • Hendrawanto Ch Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka Raya No.11, Jakarta 13220, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58797/teras.0402.04

Keywords:

teacher competence, HOTS, interactive evaluation, QuizWhizzer, kompetensi guru, evaluasi interaktif

Abstract

Abstract

This community service program aimed to improve the professional competence of teachers at MTs Al-Ajhariyyah Cibitung, Bekasi, in developing interactive learning assessments based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) using the QuizWhizzer platform. The program applied Service Learning and Participatory Action Research approaches, including needs analysis, training, mentoring, and evaluation. Teachers gained conceptual knowledge of HOTS and practical skills in designing and implementing interactive quizzes with QuizWhizzer. The results showed improved teacher competence in developing assessment instruments that support students’ critical, analytical, and creative thinking. A four-item satisfaction questionnaire indicated that 71.4% of participants strongly agreed and 28.6% agreed that the training improved their understanding of HOTS-based assessment. In addition, 66.7% strongly agreed and 33.3% agreed that the use of QuizWhizzer was effective for interactive assessment, while 52.4% strongly agreed and 47.6% agreed that the facilitator’s explanations were clear. Moreover, 52.4% strongly agreed and 47.6% agreed that the training enhanced their teaching and assessment skills. This program contributes to improving learning quality in the digital era and supports the achievement of SDG 4 on quality education.

Abstrak

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru MTs Al-Ajhariyyah Cibitung, Bekasi, dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran interaktif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui pemanfaatan platform QuizWhizzer. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Service Learning dan Participatory Action Research yang meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Guru dibekali pemahaman konseptual HOTS serta keterampilan teknis dalam merancang dan mengimplementasikan kuis interaktif berbasis QuizWhizzer. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen evaluasi yang mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif siswa. Hasil angket kepuasan yang terdiri atas empat butir pertanyaan menunjukkan bahwa 71,4% peserta sangat setuju dan 28,6% setuju bahwa pelatihan membantu memahami penilaian berbasis HOTS. Sebanyak 66,7% peserta menyatakan sangat setuju dan 33,3% setuju bahwa materi HOTS dan penggunaan QuizWhizzer efektif dalam meningkatkan kemampuan evaluasi pembelajaran interaktif. Sementara itu, 52,4% menyatakan sangat setuju dan 47,6% setuju bahwa penjelasan narasumber mudah dipahami, serta 52,4% sangat setuju dan 47,6% setuju bahwa pelatihan meningkatkan kompetensi mengajar dan mengevaluasi pembelajaran. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di era digital serta mendukung pencapaian SDGs poin ke-4, yaitu pendidikan berkualitas.

References

Aisyah, S. A., Sholeh, M., Lestari, I. B., Yanti, L. D., Nuraini, N., Mayangsari, P., & Mukti, R. A. (2024). Peran penggunaan teknologi dalam pembelajaran IPS di era digital. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 4(1), 44–52. https://doi.org/10.54371/jiepp.v4i1.382

Anwar, K. (2021). Urgensi evaluasi dalam proses pembelajaran. Rausyan Fikr: Jurnal Pemikiran dan Pencerahan, 17(1). https://doi.org/10.31000/rf.v17i1.4183

Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 5(1), 7–74. https://doi.org/10.1080/0969595980050102

Desimone, L. M. (2009). Improving impact studies of teachers’ professional development: Toward better conceptualizations and measures. Educational Researcher, 38(3), 181–199. https://doi.org/10.3102/0013189X08331140

Fachri, M. (2018). Urgensi evaluasi pembelajaran dalam pendidikan. Edureligia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 64–68. https://doi.org/10.33650/edureligia.v2i1.758

Hakeu, F., Pakaya, I. I., Djahuno, R., Zakarina, U., & Tangkudung, M. (2023). Workshop media pembelajaran digital bagi guru dengan teknologi AI (artificial intelligence). Mohuyula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 36–49. https://doi.org/10.31314/mohuyula.2.2.36-49.2023

Hamidah, M. H., & Wulandari, S. S. (2021). Pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS menggunakan aplikasi “Quizizz”. Efisiensi: Kajian Ilmu Administrasi, 18(1), 105–124. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v18i1.36997

Haniefa, R. (2022). Implementasi model penilaian HOTS (higher order thinking skills) pada penilaian empat keterampilan berbahasa Arab. Ta’limi: Journal of Arabic Education and Arabic Studies, 1(1), 49–71. https://doi.org/10.53038/tlmi.v1i1.11

Hattie, J., & Timperley, H. (2007). The power of feedback. Review of Educational Research, 77(1), 81–112. https://doi.org/10.3102/003465430298487

Krathwohl, D. R. (2002). A revision of Bloom’s taxonomy: An overview. Theory Into Practice, 41(4), 212–218. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4104_2

Lutfiyatun, E., & Haniefa, R. (2022). Pengembangan HOTS online assessment dengan Quizizz berkarakter untuk keterampilan membaca pemahaman. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 7(3), 181–191. https://doi.org/10.36722/sh.v7i3.1587

Lutfiyatun, E., & Kurniati, D. (2023). Evaluasi pembelajaran dengan Google Classroom untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. An Naba, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.51614/annaba.v6i1.149

Marzuki, I., Sholihah, T., & Imansyah, F. A. (2023). Urgensi aspek penilaian dalam evaluasi pembelajaran. Tadarus Tarbawy: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 5(1). https://doi.org/10.31000/jkip.v5i1.8634

Morales, M. P. E. (2016). Participatory action research (PAR) cum action research (AR) in teacher professional development: A literature review. International Journal of Research in Education and Science, 2(1), 156–165. https://doi.org/10.21890/ijres.01395

Nadila. (2024). Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. JUPSI: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(1), 37–46. https://doi.org/10.62238/jupsijurnalpendidikansosialindonesia.v2i1.72

Nasrulloh, M. F., Khotimah, K., Apriliana, Z. D., Muadhom, M. C., & Puspasetya, T. (2022). Pelatihan pengembangan media pembelajaran 3D pada guru PAUD Desa Gabusbanaran. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1–5. https://doi.org/10.32764/abdimaspen.v3i1.2148

Putri, R. E., Nasution, M. I., & Agustina, M. (2025). Penguatan inklusivitas melalui pengabdian linguistik terapan: Optimalisasi keterampilan lisan bahasa Inggris anak panti asuhan dengan metode simulasi peran dalam drama interaktif. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 23–34. https://doi.org/10.58797/teras.0401.03

Rahman, M. H., Natsir, T., & Iriandy. (2024). Peran teknologi dalam pembelajaran SMK: Perspektif guru tentang manfaat dan kemudahan penggunaan. Jurnal MediaTIK, 7(2), 139–143. https://doi.org/10.59562/mediatik.v7i2.2783

Retnawati, H., Djidu, H., Kartianom, K., Apino, E., & Anazifa, R. D. (2018). Teachers’ knowledge about higher-order thinking skills and its learning strategy. Problems of Education in the 21st Century, 76(2), 215–230. https://doi.org/10.33225/pec/18.76.215

Rizki, D., Almay, F. A. P., & Ramadani, S. D. (2024). Pengembangan instrumen penilaian higher order thinking skills (HOTS) pada materi ekologi di SMA. BIODIK, 10(4), 691–702. https://doi.org/10.22437/biodik.v10i4.36741

Wahidin, W. (2023). Pelaksanaan evaluasi pembelajaran berbasis higher order thinking skills (HOTS). Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial (SINOVA), 1(3), 107–116. https://doi.org/10.71382/sinova.v1i3.32

Wang, A. I., & Tahir, R. (2020). The effect of using Kahoot! for learning – A literature review. Computers & Education, 149, Article 103818. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.103818

Yuliana, Y., & Pangastuti, P. (2024). Inovasi pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka: Meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa sekolah dasar. Journal of Education and Pedagogy, 1(1), 7–12. https://doi.org/10.62354/jep.v1i1.10

Zohar, A., & Dori, Y. J. (2003). Higher order thinking skills and low-achieving students: Are they mutually exclusive? Journal of the Learning Sciences, 12(2), 145–181. https://doi.org/10.1207/S15327809JLS1202_1

Downloads

Published

2025-12-19

How to Cite

Haniefa, R., Masyitoh, S., Samsudin, M., & Ch, H. (2025). Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Interaktif Berbasis HOTS dengan QuizWhizzer di MTs Al-Ajhariyyah Cibitung Bekasi. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 95–108. https://doi.org/10.58797/teras.0402.04

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.